Oleh: saneslogam | September 30, 2010

Karbon dan Senyawa Karbon

Karbon (C) merupakan unsur yang sangat lazim. Beberapa bentuk karbon yaitu arang, grafit, intan. Bentuk-bentuk yang berbeda dari unsure yang sama kita kenal dengan istilah alotropi.

a. Intan

Intan merupakan zat padat yang bening berkilauan dan merupakan zat yang paling keras dengan titik leleh dan titik didih yang sangat tinggi. Sebutir intan seberapapun besarnya merupakan satu molekul raksasa. Sebagian besar intan alam digunakan untuk perhiasan. Intan alam yang tidak cukup baik untuk perhiasan dan intan buatan digunakan untuk membuat alat pemotong kaca, mata bor dan gerinda. Intan bubukan digunakan membuat ampelas untuk memoles benda yang sangat keras. Intan buatan dibuat dari grafit melalui pemanasan pada suhu 3.300⁰C dan tekanan 125.000 atm.

b. Grafit

Grafit mempunyai struktur yang berbentuk lapisan. Setiap lapisan adalah satu molekul raksasa. Ikatan antar lapisan hampir 2,5 kali lebih besar dari jarak antar atom dalam satu lapisan. Sehingga menyebabkan grafit bersifat licin karena satu lapisan dapat meluncur di atas lapisan lainnya, tetapi ikatan dalam satu lapisan sangat kuat. Grafit juga mempunyai titik leleh dan titik didih yang sangat tinggi dan dapat menghantarkan listrik.

Beberapa penggunaan grafit:

  1. Sebagai anode dalam batu baterai dan dalam berbagai proses industry yang menggunakan elektrolisis.
  2. Pembuatan pensil dan kosmetik.
  3. Bahan pelumas.
  4. Sebagai komponen dalam pembuatan komposit.

c. Karbon Monoksida (CO)

Karbon monoksida (CO) lebih dikenal karena sifatnya yang beracun daripada kegunaannya. Gas ini dapat berikatan dengan haemoglobin dalam darah sehingga menghalangi fungsi utama darah sebagai pengangkut oksigen. Gas CO tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. CO di udara berasal dari pembakaran tak sempurna dalam mesin kendaraan bermotor dan industri.

Beberapa penggunaan CO:

  1. Sebagai reduktor pada pengolahan logam.
  2. Sebagai bahan baku untuk membuat methanol.
  3. Merupakan komponen berbagai jenis bahan bakar gas.

d. Karbon Dioksida (CO2)

Gas CO2 tidak beracun, tetapi jika kadarnya terlalu besar (10-20%) dapat membuat pingsan dan merusak sistem pernapasan. CO2 terbentuk pada pembakaran bahan bakar yang mengandung karbon seperti batu bara, minyak bumi, gas alam dan kayu. Gas ini juga dihasilkan pada pernapasan makhluk hidup.

Karbon dioksida komersial diperoleh dari pembakaran residu penyulingan minyak bumi. Dalam jumlah besar juga diperoleh sebagai hasil samping produksi urea dan pembuatan alkohol dari proses peragian.

C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2

Beberapa penggunaan komersial karbon dioksida

  1. Karbon dioksida padat yang disebut es kering digunakan sebagai pendingin.
  2. Untuk memadamkan kebakaran.
  3. Untuk membuat minuman ringan.

sumber:kimia SMA jilid 3 erlangga


Responses

  1. jadi secara kimia apa yang membedakan antara intan dan grafit?
    kalo tidak salah ada satu bentuk alotropi dari karbon, yaitu amorf? bisa cari tau tentang hal ini

    • @ pa eko : perbedaan secara kimia antara intan dan grafit
      intan : dari strukturnya setiap atom karbon dalam intan berada di pusat suatu tetrahedron dan terikat secara kovalen kepada 4 atom karbon lainnya yang berada di sudut tetrahedron.
      grafit : dalam satu lapisan, setiap atom karbon terikat secara kovalen kepada 3 atom karbon lainnya, dalam suatu susunan berbentuk heksagonal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: