Oleh: saneslogam | Oktober 3, 2010

Senyawaan oksigen

  • Ozon (O3)

– Merupakan alotrop dari dioksigen (O2),

– pengoksidasi kuat yang dapat berada dalam kabut dan

stratosfir.

– Di laboratorium sering digunakan untuk pemurnian air.

– hibrida dengan struktur resonansi

– Titik didih O3 161,3 K, titik leleh 80,7 K, gas yang tidak

stabil dengan sifat berbau pedas.

– berwarna biru tua (cair), ungu hitam (padat),  sangat  eksplosif dan dapat terurai            menjadi O2.

Oksida

  • terjadi dengan semua unsur kecuali He, Ne, dan Ar.
  • Peroksida (H2O2)

– Pengoksidasi kuat baik dalam asam maupun basa

– cairan tak berwarna, tl -0,43 oC, td 150,2 oC, berat jenis

1,4425 g/ml

– Tidak stabil, terurai menjadi H2O dan O2

– bahan pemutih untuk kertas dan bahan tenun

– mempunyai ikatan O-O (O22-) yang bersifat basa.

– Pembuatan:

Na2O2 (s) + 2H2O à 2NaOH (aq) + H2O2 (aq)

  • Ion superoksida (O2-) berupa kristal, pengoksidasi kuat

2O2- (s)  +H2O à O2 (g) + HO2- (aq) + OH (aq)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: